Tampilkan postingan dengan label #Lampu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Lampu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Oktober 2017

Beli Teknologi Philips Kita Entaskan Anak Putus Sekolah bersama Unicef


Philips Lighting selalu menjadi pemimpin di dunia untuk produk-produk yang berteknologi terbaru dengan sistem dan layanan pencahayaan. Walaupun begitu Philips tidak menjadi pemimpin di dunia teknologi tetapi di dunia CSR (Corporate Sosial Responsibility) / Tanggungjawab Sosial Perusahaan. Pada tahun 2016, Philips Indonesia dan dunia mengadakan kerjasama dengan Unicef baik di Indonesia maupun di dunia.

Inovasi Bermakna Untuk Masyarakat
Philips dalam mengeluarkan produk terbarunya selalu ber-inovasi yang membuat produk dipakai tahan lama, berguna dan bermakna untuk pelanggan setia maupun masyarakat luas. Inovasi tersebut bahkan selalu diperbaharui baik dari masukan pelanggan, perkembangan teknologi maupun dari kritik dan saran yang masuk.
Dulu lampu berbentuk lampu pijar dan warnanya kuning sehingga tidak nyaman saat belajar maupun melakukan pekerjaan lainnya. Tetapi kini lampu dari inovasi Philips ini membuat belajar dan melakukan kegiatan menjadi nyaman.

Bantuan Dari Pelanggan ke Anak Putus Sekolah
Pelanggan atau pembeli lampu Philips dari tahun lalu bahkan dari tahun 2015 jika membeli produk Philips terutama lampu maka mereka telah memberikan bantuan kepada desa-desa yang tidak diterangi dengan lampu penerangan listrik. Selain itu tahun 2016 dimulai kerjasama dengan Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa yang sering disebut UNICEF (United Nations Children Fund). Kerjasama ini bertujuan untuk anak-anak yang putus sekolah. Jadi Philips akan menyalurkan bantuan pelanggan dari paket lampu yang terjual sebesar Rp. 2.000,- kepada lembaga Unicef ini. Tahun lalu target yang harus dicapai adalah satu miliar rupiah dari sumbangan pelanggan namun pada akhir periode target tersebut tercapai bahkan lebih dari target yang ditetapkan. 

Program Kembali ke Sekolah & Terangi Masa Depan
Pada tahun ini program yang telah terjalin dari tahun lalu dilanjutkan kembali dengan kampanye Terangi Masa Depan. Kampanye ini adalah kampanye yang kedua dimana periode pertama yaitu dari bulan Agustus 2016 sampai dengan Januari 2017. Kampanye tahun ini akan berlaku dari bulan Oktober 2017 sampai dengan Maret 2018 dengan target dana bantuan sebanyak Dua Miliar. Dana bantuan sebanyak itu akan disalurkan ke Unicef untuk melanjutkan pendanaan program tahun lalu yang dinamai "Kembali ke Sekolah". Program ini untuk tahun 2017 ini akan disalurkan ke daerah Brebes - Jawa Tengah, Mamuju - Sulawesi Barat,  Bone dan Takar - Sulawesi Selatan. Program ini sebut Rami Hajjar bukanlah bantuan tunai langsung ke anak didik yang putus sekolah tetapi bantuan yang sesuai dengan penyebab putusnya sekolah anak tersebut. 


Pada tahun 2017, program ini telah diadakan penandatanganan di tanggal 03 Oktober 2017 yang lalu. Penandatanganan ini juga merupakan komitmen Philips untuk berkesinambungan kemitraan dengan Unicef bagi anak-anak putus Sekolah.


Lampu Berlogo UNICEF dan Beli 3 Gratis 1
Kampanye dan program ini dari tahun lalu sudah ada logo Unicef-nya beserta dengan penyisihan sumbangan Dua Ribu Rupiah dengan membeli paket lapu dari Philips. Namun untuk tahun ini Philips memberikan kejutan lain yang sangat menguntungkan bagi pelanggannya yaitu paket beli 3 gratis 1 bohlam lampu. Paket ini berlaku yang ada logo Unicef-nya dan logo 3 gratis 1. Program kampanye ini mulai berlaku dari bulan Oktober 2017 sampai dengan Maret 2018 mendatang. 

Program & Kampanye ini masih lama untuk itu hayo kita beli teknologi Philips dengan membeli lampu berlogo Unicef dan dapatkan keuntungan beli tiga gratis satu lampu. Kita beli teknologi Philips sekalikgus kita mengentaskan anak putus sekolah bersama Unicef yang ahli didalam bidangnya.

Yuk borong lampu Philips program tiga gratis satu ini kawan....

Kamis, 03 Agustus 2017

Philips Meresmikan Kampung Terang Hemat Energi Periode 2017-2018

Kampung Terang Hemat Energi adalah program yang digagas oleh Philips dimana telah dimulai sejak tahun 2015 yang lalu. Disebabkan banyaknya permintaan dan juga banyaknya kampung yang belum diterangi dengan listrik maka tahun ini Philips mengadakan kembali program tersebut. Pada tanggal 02 Agustus 2017 yang lalu, beberapa media dan blogger diundang untuk menyaksikan peresmian program ini. Bertempat di Djakarta Theatre XXI di Ballroom-2 - Jakarta diadakanlah peresmian program Kampung Terang Hemat Energi 2017-2018, seperti biasa kami para blogger pun aktif mengabarkan peresmian tersebut di sosial media Twitter dengan hastag #PhilipsKTHE dimana sempat trending topic Indonesia peringkat ketiga.


Philips Lighting mersmikan program kampung terang hemat energi 2017-2018

Tema program ini pun dipilih dengan kata yang sangat mendalam yaitu: "Membawa Akses Pencahayaan ke Pelosok Indonesia". Acara ini pun dibuka dengan demonstrasi penerangan lampu hemat energi dari produk Philips yang telah dipasang di dua tempat yaitu di rumah dan di balai desa. Selain lampu di rumah dan di balai desa, Philips juga akan menyediakan lampu penerangan jalan dan penerangan lainnya jika diperlukan.


Rumah dan balai desa yang dipasang lampu hemat energi

Dari awal program ini menjalin kerjasama dengan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang dinamai dengan KOPERNIK. Menurut LSM ini mereka telah mengadakan penelitian tentang pemakaian lampu minyak tanah yang sering dipakai oleh penduduk desa yang belum ada penerangan listrik. Lampu berbasis solar yang diberikan oleh Philips Lighting merupakan set yang terdiri dari panel surya,  batere dan bohlam LED. Dalam hal kerjasama Philips Lighting dengan Kopernik, Kopernik bertugas untuk melakukan Assessment (penilaian) atas desa-desa yang membutuhkan penerangan karena tidak memiliki akses pada listrik, melakukan sosialisasi program KTHE pada penduduk desa terpilih, dan membantu tim Philips Lighting dalam melatih dan memasang lampu LED berbasis solar tersebut.


Penggunaan lampu minyak sangat merugikan

LSM ini juga yang punya kriteria-kriteria khusus untuk seleksi kampung mana yang harus dilakukan penerangan segera ataupun tidak. Tapi yang paling utama adalah kampung tersebut sudah lama tidak tersentuh penerangan lampu listrik dan diprediksikan beberapa tahun kemudian tidak mendapatkan bantuan listrik. Oleh karena itu LSM ini pun tidak pernah menseleksi di pulau Jawa tetapi lebih banyak di luar pulau Jawa.


LSM Kopernik adalah Mitra Philips

Program Kampung Terang Hemat Energi ini ada 4 tempat atau propinsi yang telah di survei dan ditetapkan program ini akan diberikan bantuan untuk propinsi Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Maluku dan Bali. Ada 25 kampung yang tersebar di 4 wilayah tersebut yang akan diberikan penerangan dari Philips, yang diperkirakan 2.800 lampu digunakan untuk penerangan ini. 




Pada saat tanya jawab saya bertanya, Apakah ada produk yang digunakan pada program ini seperti contohnya lampu yang hidup saat gelap, terang saat sudah siang hari untuk penerangan jalan juga sensor deteksi gerakan jika ada gerakan manusia dalam ruangan maka otomatis menyala tapi jika tidak ada gerakan maka otomatis lampu mati? 


Bapak Lee Cy Ly menajabat Product Marketing di Philips Lighting Indonesia

Bapak Lee pun menjawab pertanyaan saya bahwa ada produk tersebut namun belum terpikirkan dipakai dalam program ini tetapi akan dipertimbangkan. Lanjutnya jika diperlukan maka bukan hanya produk yang sensor gerak tetapi ada produk yang mendeteksi semakin banyak orang di satu ruangan maka lampu tersebut semakin terang. Lampu penerangan pun belum ada yang dapat otomatis mati dan hidup tapi akan kami pertimbangkan dengan memakai program waktu dimana jika pkl. 18.00 WIB. maka lampu penerangan menyala dan pkl. 06.00 WIB. lampu mati.

Demikianlah peresmian Kampung Terang Hemat Energi ini untuk periode 2017-2018. Saya berharap bukan hanya 25 kampung saja tetapi seluruh kampung yang belum punya penerangan lampu listrik dapat diberikan program tersebut. 

Untuk itu yuk.... dukung program Philips dengan cara membeli produk Philips dimanapun anda berada dan apapun kebutuhan anda.....