Tampilkan postingan dengan label #Launching. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Launching. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Maret 2018

Chatbot dari BJTech Kini telah Hadir

F.A.Q. yang sering disebut dengan Frequently Asked Question dan Q&A. yang sering disebut dengan Question & Answer adalah pertanyaan yang sering diajukan dari calon pembeli, pelanggan atau orang yang ingin mengetahui produk, jasa dan layanan lainnya dari satu perusahaan, penyedia layanan, toko dan lain sebagainya. Pertanyaan tersebut dapat dilihat dalam sebuah website satu perusahaan, penyedia layananan, toko dan lain sebagainya namun ada juga yang tidak mencantumkannya karena berbagai alasan lainnya.

Namun seiring perkembangan teknologi dimana dulunya orang-orang yang ingin menanyakan produk atau jasa dan lainnya kepada perusahaan, penyedia layanan, toko dan sebagainya tersebut menggunakan teks sms dan telepon sekarang sudah beralih ke layanan chatting baik di LINE, Facebook Massenger, Whatsapp dan lain sebagainya. Bagi perusahaan yang punya banyak tenaga kerja dan sumber daya yang memadai dapat menjawab seluruh pertanyaan tersebut dengan baik namun jika tidak ada tenaga kerja dan sumber daya tersebut maka sangat melelahkan. 



BJTech Crew
Kini telah hadir di Indonesia satu layanan penjawab pesan tersebut secara otomatis yang dinamakan "CHATBOT", chatbot atau bisa disebut chatter bot adalah satu bot (robot) atau internet robot yang diprogram sedemikian rupa untuk dapat disesuaikan dengan jenis pertanyaan para calon pembeli, pelanggan atau orang yang ingin mengetahui produk, jasa dan layanan lainnya dari satu perusahaan, penyedia layanan, toko dan lain sebagainya. Chatbot ini hanya dapat diakses melalui website https://platform.bjtech.io. 



Bapak Affifudin Suhaeli Kalla yang menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI
(Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) DKI Jakarta Raya 

Chatbot ini telah diresmikan peluncurannya pada tanggal 21 Maret 2018 kemarin di Freeware Spaces yang berlokasi di Kemang - Jakarta Selatan. Hadir dan memberikan kata sambutan yang pertama adalah saudara Ara Primanta selaku CEO dari BJTech sendiri. Dilanjutkan dengan Bapak Affifudin Suhaeli Kalla yang menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) DKI Jakarta Raya menyebutkan bahwa: "Dua tahun terakhir mayoritas yang masuk ke HIPMI adalah dari Industri kreatif yang memanfaatkan teknologi digital untuk melakukan transaksinya". Bapak A. S. Kalla ini juga mengatakan: "Dengan berubahnya culture ini maka harus ditopang dengan teknologi pendukung dan salah satunya adalah chatbot, bagaimana chatbot ini memudahkan kita misalkan dalam berdagang dengan pertanyaan FAQ. memudahkan menjawabnya menggunakan chatbot yang lebih baik".



Ibu Christa Sabathaly dari Line di Indonesia yang menjabat sebagai Senior Business Development Manager

Dilanjutkan kata sambutan dari Ibu Christa Sabathaly dari Line di Indonesia yang menjabat sebagai Senior Business Development Manager. Ibu C. Sabathaly menyebutkan: "Di Line sendiri itu sudah ada chatbot dimana ada satu paltform khusus tersendiri buat para UKM-UKM untuk melakukan marketing atau customer service secara langsung bisa dengan platform yang disebut dengan Line@". Kemudian Bapak Diatce Gunungtua Harahap selaku CEO BJTech. memberikan kata sambutannya yaitu: "Chatbot adalah Conversational platform yang bisa semua orang pakai". Bapak D. G. Harahap juga memperkenalkan BJTech dimulai dari tahun 2015 dengan nama "Bangjoni" dari team Line. Kerjasama cuma-cuma ini merupakan chatter bot pertama sekali di Indonesia dimana bisa memesan tiket pesawat dal lainnya hanya melalui chattingan saja.



Bapak Diatce Gunungtua Harahap selaku CEO BJTech
Bangjoni pada saat itu sudah mempunyai enam ratus ribu user dan sudah berhasil melakukan empat puluh ribu transaksi tanpa any human intervention sama sekali. Setelah itu diperkenalkan produk CINTA yaitu Chatting Intelejen Assistance, yang sekarang dipakai oleh BNI46. Cinta ini di soft launching pada saat JavaJive 2016 yang lalu. 

Sekarang bikin BOT tidak perlu kehalian coding lagi dan tidak pakai ribet. Membuatnya tidak lebih dari 15 menit dan sangat mudah digunakan. Saat ini masih menggunakan bahasa Inggris namun akan dirilis dalam bahasa Indonesia. Dengan tagline "BOT for Everyone" memudahkan para pengguna membuat chatbotnya sesuai keinginan yang diperlukan kebutuhan masing-masing. Platform BJTech ini didukung oleh machine learning technology dimana typo dan lain sebagainya langsung bisa diidentifikasi. Saat ini chatbot masih berbasis web sehingga harus dibuka dari laptop atau komputer. Mudah-mudahan di lain waktu dapat diaplikasikan ke Android.

Platform ini sudah terintegrasi ke berbagai chatting termasuk: Facebook Massenger, Line Massenger, Telegram, BBM, Twitter, dan Syscopart. Semoga dapat merambah ke paltform chatting lainnya...

Yuk para UKM segera gunakan chatbot untuk mempermudah para pelanggan mendapatkan kebutuhan informasi tentang produk kita mumpung masih gratis... Namun ke depannya akan dibebankan biaya tapi nggak menguras kantong kok....

Pakai Chatbot untuk memudahkan penyampaian informasi ke khalayak ramai yuk...








Kamis, 03 Agustus 2017

Philips Meresmikan Kampung Terang Hemat Energi Periode 2017-2018

Kampung Terang Hemat Energi adalah program yang digagas oleh Philips dimana telah dimulai sejak tahun 2015 yang lalu. Disebabkan banyaknya permintaan dan juga banyaknya kampung yang belum diterangi dengan listrik maka tahun ini Philips mengadakan kembali program tersebut. Pada tanggal 02 Agustus 2017 yang lalu, beberapa media dan blogger diundang untuk menyaksikan peresmian program ini. Bertempat di Djakarta Theatre XXI di Ballroom-2 - Jakarta diadakanlah peresmian program Kampung Terang Hemat Energi 2017-2018, seperti biasa kami para blogger pun aktif mengabarkan peresmian tersebut di sosial media Twitter dengan hastag #PhilipsKTHE dimana sempat trending topic Indonesia peringkat ketiga.


Philips Lighting mersmikan program kampung terang hemat energi 2017-2018

Tema program ini pun dipilih dengan kata yang sangat mendalam yaitu: "Membawa Akses Pencahayaan ke Pelosok Indonesia". Acara ini pun dibuka dengan demonstrasi penerangan lampu hemat energi dari produk Philips yang telah dipasang di dua tempat yaitu di rumah dan di balai desa. Selain lampu di rumah dan di balai desa, Philips juga akan menyediakan lampu penerangan jalan dan penerangan lainnya jika diperlukan.


Rumah dan balai desa yang dipasang lampu hemat energi

Dari awal program ini menjalin kerjasama dengan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang dinamai dengan KOPERNIK. Menurut LSM ini mereka telah mengadakan penelitian tentang pemakaian lampu minyak tanah yang sering dipakai oleh penduduk desa yang belum ada penerangan listrik. Lampu berbasis solar yang diberikan oleh Philips Lighting merupakan set yang terdiri dari panel surya,  batere dan bohlam LED. Dalam hal kerjasama Philips Lighting dengan Kopernik, Kopernik bertugas untuk melakukan Assessment (penilaian) atas desa-desa yang membutuhkan penerangan karena tidak memiliki akses pada listrik, melakukan sosialisasi program KTHE pada penduduk desa terpilih, dan membantu tim Philips Lighting dalam melatih dan memasang lampu LED berbasis solar tersebut.


Penggunaan lampu minyak sangat merugikan

LSM ini juga yang punya kriteria-kriteria khusus untuk seleksi kampung mana yang harus dilakukan penerangan segera ataupun tidak. Tapi yang paling utama adalah kampung tersebut sudah lama tidak tersentuh penerangan lampu listrik dan diprediksikan beberapa tahun kemudian tidak mendapatkan bantuan listrik. Oleh karena itu LSM ini pun tidak pernah menseleksi di pulau Jawa tetapi lebih banyak di luar pulau Jawa.


LSM Kopernik adalah Mitra Philips

Program Kampung Terang Hemat Energi ini ada 4 tempat atau propinsi yang telah di survei dan ditetapkan program ini akan diberikan bantuan untuk propinsi Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Maluku dan Bali. Ada 25 kampung yang tersebar di 4 wilayah tersebut yang akan diberikan penerangan dari Philips, yang diperkirakan 2.800 lampu digunakan untuk penerangan ini. 




Pada saat tanya jawab saya bertanya, Apakah ada produk yang digunakan pada program ini seperti contohnya lampu yang hidup saat gelap, terang saat sudah siang hari untuk penerangan jalan juga sensor deteksi gerakan jika ada gerakan manusia dalam ruangan maka otomatis menyala tapi jika tidak ada gerakan maka otomatis lampu mati? 


Bapak Lee Cy Ly menajabat Product Marketing di Philips Lighting Indonesia

Bapak Lee pun menjawab pertanyaan saya bahwa ada produk tersebut namun belum terpikirkan dipakai dalam program ini tetapi akan dipertimbangkan. Lanjutnya jika diperlukan maka bukan hanya produk yang sensor gerak tetapi ada produk yang mendeteksi semakin banyak orang di satu ruangan maka lampu tersebut semakin terang. Lampu penerangan pun belum ada yang dapat otomatis mati dan hidup tapi akan kami pertimbangkan dengan memakai program waktu dimana jika pkl. 18.00 WIB. maka lampu penerangan menyala dan pkl. 06.00 WIB. lampu mati.

Demikianlah peresmian Kampung Terang Hemat Energi ini untuk periode 2017-2018. Saya berharap bukan hanya 25 kampung saja tetapi seluruh kampung yang belum punya penerangan lampu listrik dapat diberikan program tersebut. 

Untuk itu yuk.... dukung program Philips dengan cara membeli produk Philips dimanapun anda berada dan apapun kebutuhan anda.....